Kamis, 21 Juni 2012


1.Zefirus
Dracul
Benediction
Michii
KekaiShin
popo
Keita
Maria
MooMoo
10.Renzie
TM_MANSON_TM
RatuAnum
Kazeru
Cecillia
Near
Pelupa
Prototypoe
lithonia
Ashvalanov
20.Zanc
rhyn
si_sarap
Siegheart
Maxima
Rajawali
ancy
Blink
kotka*Cherry*kotak
Shan
30.maknyuss88
Laguna
AngelRin
EtherionX
Alexis

HejioFriz
Zerodios
Bael
Blue_Sky
YinYin
Ajegile

Senin, 20 Februari 2012

Kau berhasil melebihi RF dan semua permainanku....Kau melebihi apapun yang kau tau bahkan kau melebihi "awan"
aku tak bisa berhenti memikirkan kesalahanku...
mungkin ini penyesalan pertama yang ku akui...
hanya karna subuah foto....
life without regret (sangat sulit)....
aku menyesalinya...
aku belum sempat berbuat apapun...
dia datang dan membuat semua terlihat palsu...
dan aku tau sekarang dia bukan siapa-siapa mu...
aku jw ndik tau sbenarnya tapi ndik tau kenapa aku yakin setelah mabaca sms darinya...
kalau aw ndik ada apa-apa dengannya...
sebentar tapi berkesan...
smua terlambat...
aku hanya mau bilang "maaf kan aku"

Jumat, 10 Februari 2012

kal0 logika saya,
misal ada anak namanya budi, dia lagi nyalain api,
terus ada yg tanya:
1. Apa yg bikin api nyala?
2. Siapa yg nyalain api?
Kal0 buat jawab yg n0 1, 0rang b0leh jelasin pr0ses jadinya api.
Tapi kal0 buat jawab yg n0 2, org yg punya l0gika + pinter b.ind0nesia, pasti jwbnya ‘budi’
demikian juga terjadinya petir, alam semesta, dll.
Bedakan antara pr0ses terjadinya dgn siapa yg membuat jadi.
Berarti kal0 ada yg jawab dewa itu bener jg?
Ya engk juga, 0rg jaman dulu nganggep dewa2 kan tanpa bukti, sejarah, dll.
Kal0 Tuhan, 0rg yg beragama punya bukti berupa kitab, nabi, sejarah, dll.
Terlepas dari agama apa yg mereka anut.
0rg menganggap Tuhan ada itu l0gika yg sp0ntan, karena mereka masih bisa membedakan antara ‘siapa yg menciptakan’ dengan ‘bagaimana pr0ses terciptanya’
Sepanjang sejarah manusia hingga kini, manusia selalu berdebat mengenai Tuhannya. Coba kita simak hadits Rasulullah SAW : “Barangsiapa mengenal dirinya, pastilah dia mengenal Tuhannya”. Mengenal dirinya berarti mengenal jatidirinya, SIAPA SAYA, DIMANA SAYA, UNTUK TUJUAN APAKAH SAYA BERADA DI SEMESTA RAYA TAK BERUJUNG INI? SAYA YANG TAMPAK KECIL DITENGAH-TENGAH MILIARAN GALAKSI DENGAN FENOMENA-FENOMENANYA YG TAK TERPECAHKAN, BAGAIKAN SETITIK DEBU DITENGAH PADANG PASIR YG LUAS. BETAPA TIDAK BERDAYA DAN LEMAHNYA SAYA.
Dengan merenungi jati diri kita, kiranya tidak ada tempat bagi diri kita untuk bersikap ‘SOMBONG’ dengan mengatakan ‘alam semesta ini ada dengan sendirinya (tidak diciptakan)’.
Lebih jauh lagi, orang-orang yang sombong itu mengatakan bahwa ‘YANG KEKAL ITU ADALAH ENERGI (HUKUM KEKEKALAN ENERGI)’. Dengan demikian mereka mempertuhankan energi itu. Bagi mereka energi adalah segala-galanya.
Angin, petir, panas, dingin, cahaya dll adalah energi. Ketika mereka MELIHAT sumber cahaya dan panas terbesar di tata surya adalah matahari, maka mereka mengatakan matahari adalah dewa, sehingga di Mesir jaman Fir’aun di kenal dengan nama Dewa Ra = Dewa Matahari. Masyarakat di Jepang juga menyembah dewa matahari. Bahkan di India ketika jaman Rasulullah dulu juga dikenal banyak ratusan dewa-dewi. Bahkan seekor ular karena kehebatannya juga disebut sebagai penjelmaan dewa (Dewa Ular).
Demikianlah, manusia hanya mengakui sesuatu yang TAMPAK (mampu ditangkap oleh Pancaindera dan otaknya). Kini, mereka mengatakan yang TAMPAK-lah yang masuk LOGIKA, dan sebaliknya.
Padahal, definisi masuk LOGIKA bukanlah demikian. Masuk logika bermakna bisa diterima dengan akal yang sehat. Al Islamu Ad Din Al Aqli (Islam adalah agama yang masuk akal), maka teori tentang ketuhanan dalam Islam pastilah bisa diterima dengan akal sehat. Tuhan itu Ahad (Esa), tidak melahirkan dan dilahirkan, tidak ada yang menyerupaiNya dengan apapun di jagad semesta raya ini, dst. Tadaburi dan tafakurilah (adakan riset -istilah para ilmuwan-), pasti teori inilah teori yang bisa dterima oleh akal yang sehat (masuk LOGIKA). Yang tidak menerimanya pastilah sedang tidak sehat akalnya alias